Telah dilakukan penelitian aktivitas imunostimulan pada mencit BALB/c terhadap daun Eupatorium inulifolium H.B.K., batang Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. & Thoms, herba Centella asiatica (L.) Urban, daun Dendrophthoe pentandra (L.) Miq., rimpang Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe, rimpang dan umbi Kaempferia rotunda L., rimpang Curcuma mangga Val. & van Zijp. Ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70% untuk daun dan batang, serta pelarut n-heksana untuk rimpang. Evaluasi aktivitas imunostimulan (aktivitas respon imun spesifik, non-spesifik, humoral dan seluler) dengan empat metode : bersihan karbon, peningkatan bobot limpa dan jumlah sel limfosit limpa, penentuan titer antibodi, dan hipersensitivitas tipe lambat. Dalam penapisan, semua ekstrak uji dapat meningkatkan kemampuan fagositosis partikel karbon, dan jumlah sel limfosit limpa dibandingkan kontrol dan Dendrophthoe pentandra (L.) Miq paling bermakna. Fraksi aktif Dendrophthoe pentandra (L.) Miq adalah fraksi n-heksana (HD) dan fraksi etanol (ED). Hasil fraksinasi HD dengan KCV dengan pelarut landaian n-heksana- etil asetat diperoleh delapan subfraksi, sedangkan ED dengan pelarut landaian n-heksana- etil asetat dan etil asetat – metanol diperoleh enam subfraksi. Fraksi HD dan subfraksi n-heksana (HD5) serta fraksi etanol (ED) dan subfraksi etanol (ED4) menunjukkan aktivitas imunostimulan dengan metode bersihan karbon dan peningkatan bobot limpa dan jumlah sel limfosit limpa.
(1)     HD54 dan ED44 menunjukkan aktivitas imunostimulan non-spesifik. Aktivitas ED44 (dosis 16 mg/kg bb) paling kuat dengan indeks fagositosis K = 1,78 (P<0,05), sebanding dengan HD54 (dosis 1 mg/kg bb) dengan K = 1,70 (P<0,05). Aktivitas kedua isolat sebanding dengan pembanding Zymosan A (dosis 10 mg/kg bb) dengan K = 1,44 (P<0,05).
(2)     ED44 (dosis 8 mg/kg bb) meningkatkan jumlah sel limfosit limpa paling tinggi sebesar 72,88 % dibandingkan terhadap kontrol (P<0,01), berbeda bermakna (P<0,05) terhadap pembanding Zymosan A (41,90 %). Dan HD54 (dosis 1 mg/kg bb) meningkatkan sebesar 53,44 % (P<0,01), tidak berbeda bermakna dengan pembanding Zymosan A. Kedua isolat tidak berbeda secara bermakna.
(3)     ED44 (dosis 16 mg/kg bb) HD54 (dosis 2 mg/kg bb) menunjukkan titer antibodi paling tinggi baik pada mencit normal (ED44 dengan pengenceran 1 : 3328 dan HD54 dengan pengenceran 1 : 1536) maupun yang tertekan sistem imunnya oleh prednison (pengenceran 1 : 4608 untuk ED44 dan pengenceran 1 : 3072 untuk HD54). Titer antibodi keduanya lebih besar dibandingkan pembanding Zymosan A (dosis 10 mg/kg bb) pada mencit normal maupun yang tertekan sistem imunnya (pengenceran 1 : 1024 dan pengenceran 1 : 1280).
(4)     HD54 (dosis 4 mg/kg bb) dan ED44 (dosis 4 mg/kg bb) menunjukkan respon imun seluler secara bermakna (P < 0,01) dibandingkan dengan kontrol pada mencit normal. Keduanya tidak berbeda secara bermakna ( P < 0,05) pada dosis sama terhadap peningkatan ketebalan kaki mencit dan lebih besar dibandingkan dengan kelompok Zymosan A (P < 0,05) pada mencit normal. Pada mencit yang tertekan sistem imun dengan pemberian prednison, HD54 meningkatkan efek imunostimulasi lebih besar dan bermakna dari isolat ED44, dan tidak berbeda bermakna dengan Zymosan A (P < 0,05).Hasil karakterisasi isolat dengan spektrofotometri ultraviolet-visible, spektrofotometri inframerah, spektrometri massa dan spektrometri resonansi magnet inti menunjukkan bahwa isolat HD54 adalah β-sitosterol dan ED44 adalah kuersitrin.
Isolat HD54 dan ED44 sampai dosis 2000 mg/kg bb mencit tidak toksik setelah dilakukan uji toksisitas akut oral.