<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Leugeu's Blog</title>
	<atom:link href="http://leugeu.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://leugeu.wordpress.com</link>
	<description>"Mari Bersama Mencerdaskan Anak Bangsa"</description>
	<lastBuildDate>Fri, 25 Dec 2009 10:22:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='leugeu.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Leugeu's Blog</title>
		<link>http://leugeu.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://leugeu.wordpress.com/osd.xml" title="Leugeu&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://leugeu.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>NILA Oreochromis niloticus</title>
		<link>http://leugeu.wordpress.com/2009/12/25/nila-oreochromis-niloticus/</link>
		<comments>http://leugeu.wordpress.com/2009/12/25/nila-oreochromis-niloticus/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Dec 2009 10:22:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leugeu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Perikanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leugeu.wordpress.com/?p=76</guid>
		<description><![CDATA[Ikan nila (Oreochromis niloticus) merupakan jenis ikan yang diintroduksi dari luar negeri. Bibit ikan ini didatangkan ke Indonesia secara resmi oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. Setelah melalui masa penelitian dan adaptasi, barulah ikan ini disebarluaskan kepada petani diseluruh Indonesia. Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh pemerintah melalui Direktur Jenderal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=76&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/12/e-copy1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-78" title="e copy" src="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/12/e-copy1.jpg?w=300&#038;h=99" alt="" width="300" height="99" /></a>Ikan nila (<em>Oreochromis niloticus</em>) merupakan jenis ikan yang diintroduksi dari luar negeri. Bibit ikan ini didatangkan ke Indonesia secara resmi oleh Balai Penelitian Perikanan Air Tawar pada tahun 1969. Setelah melalui masa penelitian dan adaptasi, barulah ikan ini disebarluaskan kepada petani diseluruh Indonesia.</p>
<p>Nila adalah nama khas Indonesia yang diberikan oleh pemerintah melalui Direktur Jenderal Perikanan. Sesuai dengan nama latinnya, <em>O</em>. <em>niloticus </em>berasal dari sungai Nil dan danau-danau yang berhubungan dengan aliran sungai itu. Ikan nila disukai oleh berbagai bangsa karena dagingnya enak dan tebal seperti daging ikan kakap merah. Sekarang ikan ini telah tersebar di lima benua yang beriklim tropis dan subtropis. Sedangkan di wilayah yang beriklim dingin, ikan nila tidak dapat baik.</p>
<p>Bibit ikan nila telah beberapa kali didatangkan ke Indonesia, yang pertama berasal dari Taiwan. Bibit asal Taiwan ini berwarna gelap dengan garis-garis vertikal sebanyak 6-9 buah di bagian ekornya. Kemudian didatangkan lagi bibit ikan nila dari Filipina yang berwarna merah. Sampai sekarang bibit nila galur asli, baik yang merah maupun yang hitam, masih didatangkan dari luar negeri untuk memperbarui pesediaan induk (<em>parent stock</em>). Persediaan induk berguna untuk menjaga agar hibrida yang dibudidayakan tidak menurun keunggulannya.</p>
<p>Ikan nila kini banyak dibudidayakan di berbagai daerah, karena kemampuan adaptasi bagus di dalam berbagai jenis air. Nila dapat hidup di air tawar, air payau, dan di laut. Ikan ini juga tahan terhadap perubahan lingkungan, bersifat omnivora, dan mampu mencerna makanan secara efisien. Pertumbuhannya cepat dan tahan terhadap serangan penyakit.</p>
<p>Daging disisi badan cukup tebal sehingga baik untuk <em>fillet</em> (sayatan daging tanpa tulang). <em>Fillet </em>nila sngat disukai oleh konsumen di luar negeri. Produk ini dapat dimasak dengan berbagai bumbu dan saus atau dijadikan isi <em>sandwhich</em>.</p>
<p>Para pakar budi daya ikan dari Organisasi Pangan Dunia (FAO) menganjurkan agar ikan nilotica ini dibudidayakan oleh penduduk berpenghasilan rendah untuk memperbaiki gizi keluarga. Ini karena ikan nila cepat berkembang biak, mudah dibudidayakan, dan dapat dipelihara di kolam yang sempit, seperti kolam pekarangan atau comberan.</p>
<p><strong>TABEL 1. NEGARA PEMASOK KEBUTUHAN NILA AMERIKA SERIKAT</strong></p>
<p><strong><a href="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/12/ee.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-79" title="ee" src="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/12/ee.jpg?w=300&#038;h=92" alt="" width="300" height="92" /></a></strong></p>
<p>Sumber : U.S Departement of commerce, 1993</p>
<p>Nila hibrida merah dan putih telah dikembangkan dengan sistem budidaya keramba jaring apung. System budidaya tersebut banyak dilakukan diwaduk Jatiluhur, Saguling, dan Cirata di Jawa Barat, waduk Gajahmungkur dan waduk Kedungombo di Jawa Tengah.</p>
<p>Bagi Indonesia, ikan nila mempunyai arti ekonomi yang cukup penting karena nila merah yang disebut nirah dapat diekspor. Permintaan pasar dunia meningkat dari tahun ke tahun.</p>
<p>Menurt Direktorat Jenderal Perikanan, ekspor ikan nila dalam bentuk <em>fillet</em> beku pada tahun 1993 mencapai 56% dari total impor ikan nila Amerika. Sedangkan menurut <em>U.S. Departement of commerce</em> (1993), Indonesia menduduki urutan keempat sebagai pemasok ikan nila ke USA setelah Taiwan, Kosta Rika, dan Kolombia.</p>
<p>Sebenarnya Amerika juga membudidayakan ikan <em>O. niloticus</em> dengan total produksi 90 juta pon pada tahun 1992/1993. Namun, karena terbentur pada biaya produksi yang tinggi maka negara ini lebih suka mengimpor.</p>
<p>Kebutuhan ikan nila di Amerika terus meningkat, karena harganya lebih murah dari jens ikan lain. Ikan ini juga tidak mengandung kolesterol. Nilai lebih ini merupakan peluang bagi Indonesia untuk meningkatkan ekspornya.</p>
<p>Negara lain yang juga menggemari ikan nila ialah Kuwait dan Arab Saudi. Namun, kebutuhan tersebut telah disuplai oleh Taiwan.</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Klasifikasi dan Morfologi</strong></li>
</ol>
<p>Menurut klasifikasi yang terbaru (1982) nama ilmiah ikan nila ialah <em>Oreochromis niloticus</em>. Nama genus Oreochromis menurut klasifikasi yang berlaku sebelumnya disebut Tilapia. Perubahan nama tersebut telah disepakati dan dipergunakan oleh para ilmuwan meskipun di kalangan awam tetap disebut <em>Tilapia nilotica</em>.</p>
<p>Perubahan klasifikasi tersebut dipelopori oleh Dr. Trewavas (1980) dengan membagi genus Tilapia menjadi tiga genus berdasarkan perilaku kepedulia induk ikan terhadap telur dan anak-anaknya. Memang golongan ikan ini mempunyai sifat yang unik setelah memijah. Iduk betina mengulum telur-telur yang telah dibuahi di dalam rongga mulutnya. Perilaku ini dalam bahasa Inggris disebut <em>mouth breeder</em> (pengeram telur dalam mulut).</p>
<p>Ide Dr. Trewavas telah disepakati oleh para ahli ikan (<em>ichthyolog</em>) sehingga pembagian genus itu adalah sebagai berikut.</p>
<p>-          Genus Oreochromis</p>
<p>Pada genus Oreochromis induk ikan betina mengerami telur di dalam rongga mulut dan mengasuh sendiri anak-anaknya. Anggota genus ini adalah <em>Oreochromis hunter, O. niloticus, O. mossambicus, O. aures, </em>dan <em>O. spilurus.</em></p>
<p>-          Genus Sarotherodon</p>
<p>Pada genus sarotherodon induk jantanlah yang mengarami telur dan mengasuh anaknya. Contoh spesiesnya adalah <em>Sarotherodon melanotherdon </em>dan <em>S. galilaeus.</em></p>
<p>-          Genus Telapia</p>
<p>Ikan dalam genus Tilapia memijah dan menaruh telur pada suatu tempat atau benda (subtrat). Induk jantan dan betina bersama-sama atau bergantian menjaga telur dan anak-anaknya. Contoh spesiesnya adalah <em>Tilapia sparmanii, T. rendalli, </em>dan <em>T. zillii.</em></p>
<p>Ikan nila (<em>O. niloticus</em>) bersaudara dekat dengan ikan mujair (<em>O. mossambicus</em>) yang telah tersebar luas di Indonesia sejak perang dunia kedua. Ikan mujair kurang disukai petani karena lambat prtumbuhannya, sangat rkus tapi tidak gemuk. Ikan mujair juga cepat sekali beranak pinak sehingga sangat mengganggu ikan lain yang sama-sama dipelihara di kolam. Akibatnya muncul anggapan bahwa mujair adalah hama yng harus diberantas.</p>
<p>Untuk mengantikan ikan mujair maka didatangkan bibit ikan nila dari mancanegara untuk disebarluaskan. Ini karena ikan nila mempunyai sifat-sifat yang menguntungkan. Nila efesien dalam menggunakan pakan, bersifat omnivora, cepat pertumbuhannya, berdaging tebal, dan mirip daging ikan kakap merah rasanya.</p>
<p>Setiap spesie mempunyai cirri-ciri khas. Ciri-ciri pada ikan nila adalah garis vertical yang berwarna gelap di sirip ekor sebanyak enam buah. Garis seperti itu juga terdapat di sirip punggung dan sirip dubur. Sedangkan mujair tidak memilki garis-garis vertikal di ekor, sirip punggung, dan di sirip dubur.</p>
<p>Klasifikasi  lengkap yang kini dianut oleh para ilmuwan adalah yang telah dirumuskan oleh Dr. Trewavas.</p>
<p>Filum                       : Chordate</p>
<p>Sub-filum              : Vertebrata</p>
<p>Kelas                       : Osteichthyes</p>
<p>Sub-kelas              : Acanthoptherigii</p>
<p>Ordo                       : Percomorphi</p>
<p>Sub-ordo               : Percoidea</p>
<p>Famil                       : Cichlidae</p>
<p>Genus                    : Oreochromis</p>
<p>Jenis (spesies)    : <em>Oreochromis niloticus</em></p>
<p>Golongan ikan Tilapia (yang sudah dipecah menjadi tiga genus tadi) berasal dari Afrika. Sifatnya yang produktif dan efesien dalam menggunakan pakan menyebabkan ikan ini disukai oleh berbagai bangsa.</p>
<p>Para ilmuwan telah memuliakan ikan Tilapia ini dengan cara mengawinsilangkan antarjenis sehingga diperoleh keturunan (hibrida) yang sifatnya dalam beberapa hal lebih baik dari jenis aslinya.</p>
<p>Taiwan telah menghasilkan ikan nila hibrida dari hasil kawin silang antara <em>O. niloticus </em>dengan <em>O. aureus</em>. Sedangkan Filipina menghasilkan ikan nila hibrida yang berwarna merah. kedua jenis hibrida ini didatangkan ke Indonesia oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Perikanan.</p>
<p>Bibit nila hibrida asal Taiwan masuk ke Indonesia pada tahun 1969. Ikan jenis ini berwarna kelabu kehijauan dengan garis-garis vertikal berwarna gelap pada sirip-siripnya. Namun, ikan galur murni <em>T. nilotica </em>ini mudah dikawin silang secara liar dengan ikan mujair sehingga sukar dikendalikan kemurniannya. Oleh karena itu, galur murni untuk keperluan kawin silang harus selalu didatangkan dari luar negeri. Galur murni untuk keperluan ini disebut stok induk.</p>
<p>Nila hibrida asal Filipina masuk ke Indonesia pada tahun 1981 dan sudah disebarluaskan keseluruh Indonesia. Ikan nila merah ini kemudian diberi nama ikan nirah.</p>
<p>Di Indonesia kini terdapat ikan nila merah yang bebrcak hitam. Selain itu, ada juga ada yang berwarna kekuningan agak jingga atau putih (bulai). Ikan nila yang berwarna-warna itu lebih disukai karena dagingnya lebih putihseperti ikan kakap merah. bahkan menurut penelitian pertumbuhannya lebih cepat dibanding dengan ikan nila biasa/hitam.</p>
<ol>
<li><strong>A. </strong><strong>Penyebaran</strong></li>
</ol>
<p>Ikan nila berasal dari Afrika bagian timur, seperti di sungai Nil (Mesir), Danau Tanganyika, Chad, Nigeria, dan Kenya. Ikan ini lalu dibawa orang ke Eropa, Amerika, Negara-negara Timur Tengah, dan Asia. Konon ikan nila ini telah dibudidayakan di 110 negara. Di Indonesia ikan nila telah dibudidayakan di seluruh propinsi.</p>
<ol>
<li><strong>B. </strong><strong>Habitat</strong></li>
</ol>
<p>Habitat artinya lingkungan hidup tertentu sebagai tempat tumbuhan atau hewan hidup dan berkembang biak.</p>
<p>Ikan nila terkenal sebagai ikan yang sangat tahan terhadap perubahan lingkungan hidup. Nila dapat hidup di lingkungan air tawar, air payau, dan air asin. Kadar garam air yang disukai antara 0-35 permil. Ikan nila air tawar dapat dipindahkan ke air asin dengan proses adaptasi yang bertahap. Kadar garam dinaikkan sdikit demi sedikit. Pemindahan ikan nila secara mendadak ke dalam air yang berkadar garamnya sangat berbeda dapat mengakibatkan stress dan kematian ikan.</p>
<p>Ikan nila yang masih kecil lebih tahan terhadap perubahan lingkungan dibandingkan ikan yang sudah besar. Nilai pH air tempat hidup ikan nila berkisar antara 6-8,5. Namun, pertumbuhan optimal terjadi pada pH 7-8.</p>
<p>Ikan nila dapat hidup di perairan yang dalam dan luas maupun di kolam yang sempit dan dangkal. Nila juga dapat hidup di sungai yang tidak terlalu deras alirannya, di waduk, danau, rawa, tambak air payau, atau di dalam jarring terapung di laut.</p>
<p>Suhu optimal untuk ikan nila antara 25-30<sup>0</sup> C. oleh karena itu, ikan nila cocok dipelihara di dataran rendah sampai agak tinggi (500m dpl).</p>
<ol>
<li><strong>C. </strong><strong>Pertumbuhan</strong></li>
</ol>
<p>Beberapa faktor penting yang berpengaruh terhadap pertumbuhan ikan nila adalah sebagai berikut.</p>
<ol>
<li><strong>1. </strong><strong>Kualitas air optimal</strong></li>
</ol>
<p>Kualitas air yan kurang baik mengakibatkan pertumbuhan ikan menjadi lambat. Beberapa hal yang dapat menurunkan kualitas lingkungan adalah pencemaran limbah organik, bahan buangan zat kimia dari pabrik, serta pestisida dari penyemprotan disawah dan kebun-kebun.</p>
<p>Kekeruhan air yang disebabkan oleh pelumpuran akan memperlambat pertumbuhan ikan. Lai halnya bila kekeruhan air disebabkan oleh adanya plankton. Air yang kaya akan plankton dapat berwarna hijau kekuningan dan hijau kecoklatan karena mengandung Diatomae. Plankton ini baik untuk makanan ikan nila. Sedangkan plankton/alga biru kurang baik untuk pertumbuhan ikan. Tingkat kecerahan air karena plankton harus dikendalikan. Derajat kecerahan air diukur dengan alat yang disebut piring <em>secchi</em> (<em>secchi disc</em>). Untuk di kolam dan tambak, angka kecerahan yang baik antara 20-35 cm. cara menggunakan piring <em>secchi</em> adalah dengan menenggelamkannya di kolam/tambak pada kedalaman air 20-35 cm. bila angka <em>secchi</em> kurang dari 20 cm berarti plankton terlalu padat. Ini berbahaya bagi ikan karena plankton yang pekat itu dapat mati serentak dan membusuk dalam air sehingga air menjadi baud an kekurangan oksigen. Akibatnya ikan akan mati.</p>
<ol>
<li><strong>2. </strong><strong>Makanan</strong></li>
</ol>
<p>Ikan nila akan mampu tumbuh cepat hanya dengan pakan yang mengandung protein sebanyak 20-25%. Sedangkan ikan mas hanya dapat tumbuh baik bila kadar protein pakannya 30-45%. Nila bersifat omnivore. Nila akan cepat tumbuh bila hidup di perairan yang banyak ditumbuhi oleh tumbuhan lunak, seperti Hydrilla, ganggang sutera, plankton, dan kelakap.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/leugeu.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/leugeu.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/leugeu.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/leugeu.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/leugeu.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/leugeu.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/leugeu.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/leugeu.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/leugeu.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/leugeu.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/leugeu.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/leugeu.wordpress.com/76/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/leugeu.wordpress.com/76/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/leugeu.wordpress.com/76/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=76&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sharedaddy-dark sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leugeu.wordpress.com/2009/12/25/nila-oreochromis-niloticus/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24356c6ce537d7da0551e5a4fc31c3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ismet leugeu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/12/e-copy1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">e copy</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/12/ee.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ee</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Obat Bahan Alam</title>
		<link>http://leugeu.wordpress.com/2009/12/23/obat-bahan-alam/</link>
		<comments>http://leugeu.wordpress.com/2009/12/23/obat-bahan-alam/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 11:50:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leugeu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Perikanan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leugeu.wordpress.com/?p=69</guid>
		<description><![CDATA[Telah dilakukan penelitian aktivitas imunostimulan pada mencit BALB/c terhadap daun Eupatorium inulifolium H.B.K., batang Tinospora crispa (L.) Miers ex Hook. f. &#38; Thoms, herba Centella asiatica (L.) Urban, daun Dendrophthoe pentandra (L.) Miq., rimpang Curcuma zedoaria (Berg.) Roscoe, rimpang dan umbi Kaempferia rotunda L., rimpang Curcuma mangga Val. &#38; van Zijp. Ekstraksi secara maserasi dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=69&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Telah dilakukan penelitian aktivitas imunostimulan pada mencit BALB/c terhadap daun <em>Eupatorium inulifolium </em>H.B.K., batang <em>Tinospora crispa </em>(L.) Miers ex Hook. f. &amp; Thoms, herba <em>Centella asiatica </em>(L.) Urban, daun <em>Dendrophthoe pentandra</em> (L.) Miq., rimpang <em>Curcuma zedoaria </em>(Berg.) Roscoe, rimpang dan umbi <em>Kaempferia rotunda </em>L., rimpang <em>Curcuma mangga </em>Val. &amp; van Zijp. Ekstraksi secara maserasi dengan pelarut etanol 70% untuk daun dan batang, serta pelarut n-heksana untuk rimpang. Evaluasi aktivitas imunostimulan (aktivitas respon imun spesifik, non-spesifik, humoral dan seluler) dengan empat metode : bersihan karbon, peningkatan bobot limpa dan jumlah sel limfosit limpa, penentuan titer antibodi, dan hipersensitivitas tipe lambat. Dalam penapisan, semua ekstrak uji dapat meningkatkan kemampuan fagositosis partikel karbon, dan jumlah sel limfosit limpa dibandingkan kontrol dan <em>Dendrophthoe pentandra</em> (L.) Miq paling bermakna. Fraksi aktif <em>Dendrophthoe pentandra</em> (L.) Miq adalah fraksi n-heksana (HD) dan fraksi etanol (ED). Hasil fraksinasi HD dengan KCV dengan pelarut landaian n-heksana- etil asetat diperoleh delapan subfraksi, sedangkan ED dengan pelarut landaian n-heksana- etil asetat dan etil asetat – metanol diperoleh enam subfraksi. Fraksi HD dan subfraksi n-heksana (HD5) serta fraksi etanol (ED) dan subfraksi etanol (ED4) menunjukkan aktivitas imunostimulan dengan metode bersihan karbon dan peningkatan bobot limpa dan jumlah sel limfosit limpa.<br />
(1)     HD54 dan ED44 menunjukkan aktivitas imunostimulan non-spesifik. Aktivitas ED44 (dosis 16 mg/kg bb) paling kuat dengan indeks fagositosis K = 1,78 (P&lt;0,05), sebanding dengan HD54 (dosis 1 mg/kg bb) dengan K = 1,70 (P&lt;0,05). Aktivitas kedua isolat sebanding dengan pembanding Zymosan A (dosis 10 mg/kg bb) dengan K = 1,44 (P&lt;0,05).<br />
(2)     ED44 (dosis 8 mg/kg bb) meningkatkan jumlah sel limfosit limpa paling tinggi sebesar 72,88 % dibandingkan terhadap kontrol (P&lt;0,01), berbeda bermakna (P&lt;0,05) terhadap pembanding Zymosan A (41,90 %). Dan HD54 (dosis 1 mg/kg bb) meningkatkan sebesar 53,44 % (P&lt;0,01), tidak berbeda bermakna dengan pembanding Zymosan A. Kedua isolat tidak berbeda secara bermakna.<br />
(3)     ED44 (dosis 16 mg/kg bb) HD54 (dosis 2 mg/kg bb) menunjukkan titer antibodi paling tinggi baik pada mencit normal (ED44 dengan pengenceran 1 : 3328 dan HD54 dengan pengenceran 1 : 1536) maupun yang tertekan sistem imunnya oleh prednison (pengenceran 1 : 4608 untuk ED44 dan pengenceran 1 : 3072 untuk HD54). Titer antibodi keduanya lebih besar dibandingkan pembanding Zymosan A (dosis 10 mg/kg bb) pada mencit normal maupun yang tertekan sistem imunnya (pengenceran 1 : 1024 dan pengenceran 1 : 1280).<br />
(4)     HD54 (dosis 4 mg/kg bb) dan ED44 (dosis 4 mg/kg bb) menunjukkan respon imun seluler secara bermakna (P &lt; 0,01) dibandingkan dengan kontrol pada mencit normal. Keduanya tidak berbeda secara bermakna ( P &lt; 0,05) pada dosis sama terhadap peningkatan ketebalan kaki mencit dan lebih besar dibandingkan dengan kelompok Zymosan A (P &lt; 0,05) pada mencit normal. Pada mencit yang tertekan sistem imun dengan pemberian prednison, HD54 meningkatkan efek imunostimulasi lebih besar dan bermakna dari isolat ED44, dan tidak berbeda bermakna dengan Zymosan A (P &lt; 0,05).Hasil karakterisasi isolat dengan spektrofotometri ultraviolet-visible, spektrofotometri inframerah, spektrometri massa dan spektrometri resonansi magnet inti menunjukkan bahwa isolat HD54 adalah β-sitosterol dan ED44 adalah kuersitrin.<br />
Isolat HD54 dan ED44 sampai dosis 2000 mg/kg bb mencit tidak toksik setelah dilakukan uji toksisitas akut oral.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/leugeu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/leugeu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/leugeu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/leugeu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/leugeu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/leugeu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/leugeu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/leugeu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/leugeu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/leugeu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/leugeu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/leugeu.wordpress.com/69/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/leugeu.wordpress.com/69/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/leugeu.wordpress.com/69/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=69&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sharedaddy-dark sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leugeu.wordpress.com/2009/12/23/obat-bahan-alam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24356c6ce537d7da0551e5a4fc31c3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ismet leugeu</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NASIB SEORANG GURU</title>
		<link>http://leugeu.wordpress.com/2009/12/23/nasib-seorang-guru/</link>
		<comments>http://leugeu.wordpress.com/2009/12/23/nasib-seorang-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2009 10:38:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leugeu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budidaya Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leugeu.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh kadang tak enak menjadi guru, kita dituntut untuk tidak ketinggalan dalam pe- nguasaan ilmu,  nformasi dan pengetahuan yang dimiliki harus yang terbaru, tidak jarang guru dituntut harus menjadi orang  ang serba tahu, menjadi tempat mengadu, meminta restu, dan mencari jawaban atas segala persoalan yang  tidak tahu, terutama di masa lalu ataupun di daerah yang [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=56&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/12/guru21.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-57" title="guru21" src="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/12/guru21.jpg?w=234&#038;h=300" alt="" width="234" height="300" /></a></p>
<p>Sungguh kadang tak enak menjadi guru, kita dituntut untuk tidak ketinggalan dalam pe- nguasaan ilmu,  nformasi dan pengetahuan yang dimiliki harus yang terbaru, tidak jarang guru dituntut harus menjadi orang  ang serba tahu, menjadi tempat mengadu, meminta restu, dan mencari jawaban atas segala persoalan yang  tidak tahu, terutama di masa lalu ataupun di daerah yang belum maju.</p>
<p>Guru juga harus mampu menjadi  panutan dan teladan yang layak digugu dan ditiru yang terpancar dalam bertutur, bersikap, dan berperilaku, bahkan pakaiannyapun harus terlihat padu. Guru harus memiliki akhlak bermutu, untuk kecerdasannya kita  ak boleh ragu, kepemimpinannya juga haruslah yang layak diadu, moralitasnya juga haruslah kualitas  omor  atu.</p>
<p>Sungguh sangat banyak yang dituntut dari seorang yang berprofesi sebagai guru, di depan kelas dia  arus kreatif dalam meramu dan mengajarkan ilmu agar proses transfer ilmu berjalan sesuai aturan yang  berlaku dan peserta didiknya tidak jemu, akhirnya peserta didik pun menjadi lebih tahu, mengerti, memahami,  dan akhirnya kelak mereka menjadi orang yang mampu menguasai, mengembangkan, dan menguraikan  lmu.<span id="more-56"></span></p>
<p>Namun mereka tidak hanya dituntut untuk sekadar mengajarkan ilmu, para guru juga harus tampil sebagai penjaga moral agar anak didiknya tidak membuat malu, bahkan jika ada anak didik yang berbuat saru, melakukan  perbuatan yang tak layak ditiru, berbuat tabu, atau gagal dalam menuntut ilmu, sering yang dipojokkan adalah guru karena dinilai gagal dan keliru karena menghasilkan peserta didik yang berkepribadian tak bermutu, ilmu mereka pun tidak sesuai dengan yang dituju.</p>
<p>Beratnya beban guru ditambah lagi dengan kewajiban lain yang mestinya tidak terkait dengan tugas guru, untuk tujuan dan kepentingan tertentu baik kepentingan kelompok atau individu, waktu mengajar mereka sering diganggu. Urusan politik, urusan administrasi, dan urusan birokrasi, serta berbagai intervensi yang sering menyita waktu.</p>
<p>Tentu saja akibat intervensi, kemandirian sebagai guru menjadi sering terganggu, termasuk menentukan keberhasilan dan kelulusan siswa pun menjadi ragu. Apalagi ada intervensi politik yang memaksa guru untuk bersikap dan berperilaku sesuai “lagu” sang penentu.</p>
<p>Ini tentunya kita semua sudah tahu, jika dekat pemilu baik nasional maupun lokal, guru pun dirayu dan dijamu, ada pula yang ditekan dan diancam bertalutalu, yang tidak mau, bisa merasakan palu yang membuat pilu, kelu, dan ngilu. Ada lagi pekerjaan administrasi yang menghabiskan waktu, guru dianggap layaknya bagian dari birokrasi yang harus terpaku terhadap ramburambu yang sesungguhnya banyak yang tidak perlu.</p>
<p>Beban guru akan lebih seru, karena ada guru yang diharuskan mengajar tidak sesuai bidang ilmu, bahkan ada yang harus mengajar banyak mata pelajaran yang terdiri dari pelbagai bidang ilmu. Tugas harus diterima karena guru yang sesuai tidak ketemu.</p>
<p>Disadari hal tersebut pasti tidak akan menghasilkan proses belajar mengajar yang kurang bermutu, tetapi setidaknya sekolah dan siswa akan terbantu, ibaratnya tak ada madu gunakan sagu, tak ada keju gunakan ubi kayu, tidak obat yang jitu tak apalah gunakan sajalah jamu.</p>
<p>Meskipun berat tugas seorang guru, banyak di antara mereka yang tulus dan ikhlas dalam berbagi ilmu, tanpa ada rasa terpaksa, dengan penuh semangat dan cinta,dengansepenuhhati,dengan tujuan yang satu, membuat anak didik menjadi berilmu, mewujudkan proses pembelajaran bermutu, dan menjadikan dunia<br />
pendidikan lebih maju.</p>
<p>Mereka memiliki moral dan akhlak mulia yang layak di-tiru, jujur dan dapat dipercaya serta membuat peserta didiknya menjadi terpacu dan terpicu. Namun demikian, kita tidak boleh tak mau tahu tentang kehidupan para guru yang masih mengharu biru apalagi bagi mereka yang masih berstatus honorer dengan gaji bulanan yang tidak menentu, bahkan ada yang penghasilannya hanya ratusan ribu, itu pun pembayarannya kadang-kadang tidak melihat waktu.</p>
<p>Namun bukan berarti guru selain honorer nasibnya lebih maju, memang ada yang mampu mengoleksi<br />
berbagai pasang sepatu, ada pula yang sudah mampu membeli kerabu, rumahnya pun ada yang sudah<br />
berdinding batu, mobilnya pun sudah dengan model terbaru, akan tetapi masih banyak membuat hati pilu, ada yang masih tinggal di rumah bambu, untuk menutupi hidup harus bekerja tanpa pandang bulu, jadi tukang kayu, tukang batu, penjahit baju, atau sol sepatu. Jika ada yang sakit atau perlu untuk bekal anak menuntut ilmu, pinjaman pun diburu yang kadang dilakoni dengan taruhan malu.</p>
<p>Jadi wajar saja, jika banyak yang memilih profesi guru, bukan karena panggilan jiwanya yang telah menyatu, tetapi daripada ke mana pun tak laku, daripada jadi pengangguran dengan nasib kelabu, biarlah jadi guru, yang penting ada penghasilan yang ditunggu setiap empat minggu atau mungkin sekali seminggu. Kalau calon gurunya yang seperti itu, jangan harap akan bisa memberi ilmu dengan cara bermutu karena orientasinya hanya mencari pengisi saku. Jangan harap akan menghasilkan lulusan yang berpikiran maju dan punya ide yang jitu, karena bukan itu yang dituju.</p>
<p>Jadi jika ingin dihasilkan guru bermutu untuk mewujudkan pendidikan bermutu, jalan terbaik, kurangilah beban guru, kurangi tekanan psikis dan kurangi tekanan ekonomis, dengar suara hati guru, serta tingkatkan harkat dan martabat guru dengan menaikkan taraf hidup guru, sehingga para guru menjadi leluasa berbagi ilmu, membaca buku, dan berkesempatan menimba ilmu, serta tak terganggu waktu untuk bekerja di luar profesi guru.</p>
<p>Memang sudah ada sertifikasi guru, yang menjamin adanya tunjangan sehingga beban hidup akan terbantu. Akan tetapi tidak semua guru otomatis terbantu, karena urusan proses sertifikasi sungguh sangatlah berliku, para guru diharapkan sabar menunggu.</p>
<p>Oleh karena itu, dalam memperingati hari guru, kita berharap kepada segenap guru, baik yang terpaksa menjadi guru maupun yang sejak awal memang secara tulus ingin mengabdikan diri sebagai guru, tetaplah menjadi guru, tetaplah berperilaku layaknya seorang guru, yang berilmu, yang kepribadian bermutu, dan yang tak pernah ragu untuk berbuat sebatas yang mampu.</p>
<p>Walau sering merasa terharu, walau kadang terasa ngilu, walau lidah terbiasa kelu ketika ada perasaan terganggu, ketika ada yang membuat jemu, ketika ada perlakuan yang pilu, ketika politisasi membuat risau, ketika tugas birokrasi selalu menunggu, tetaplah jadi guru sejati melesatkan peserta didik laksana anak panah yang terus melaju. Janganlah mau diadu, dijadikan perahu, apalagi jadi palu untuk keperluan kelompok tertentu, tetaplah profesional sebagai seorang guru, yang mandiri dan tak mudah tergoda bujuk rayu.</p>
<p>Kalau soal kesejahteraan yang belum menentu, sabar sajalah, kita tak usah ikut-ikutan seperti para benalu yang tidak punya malu dan hatinya telah membatu, tega menggerogoti uang rakyat untuk memuaskan<br />
dahaga semu.</p>
<p>Jadilah sumber ilmu yang melepaskan peserta didik dari belenggu dan tidak terpaku pada aspek-aspek yang bersifat formal dan kaku. Jadilah guru yang terus menerus belajar sehingga menjadi mata air yang tak pernah habis, semakin diambil semakin jernih airnya yang jika mengalir akan tampak bening menyejukkan mata yang memandang dan jika diminum akan menghilangkan rasa dahaga bagi siapa saja yang meminumnya. Jadilah guru yang selalu dirindu, jadilah guru yang menjadi mutiara bangsaku, selamat hari guru !!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/leugeu.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/leugeu.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/leugeu.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/leugeu.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/leugeu.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/leugeu.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/leugeu.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/leugeu.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/leugeu.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/leugeu.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/leugeu.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/leugeu.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/leugeu.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/leugeu.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=56&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sharedaddy-dark sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leugeu.wordpress.com/2009/12/23/nasib-seorang-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24356c6ce537d7da0551e5a4fc31c3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ismet leugeu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/12/guru21.jpg?w=234" medium="image">
			<media:title type="html">guru21</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBENIHAN IKAN MAS</title>
		<link>http://leugeu.wordpress.com/2009/06/22/pembenihan-ikan-mas/</link>
		<comments>http://leugeu.wordpress.com/2009/06/22/pembenihan-ikan-mas/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 22 Jun 2009 12:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leugeu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leugeu.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[PEMBENIHAN IKAN MAS PENDAHULUAN Benih  ikan Mas  merupakan salah satu sarana produksi yang utama dalam usaha budidaya ikan mas di kolam. Perkembangan Teknologi budidaya bandeng di tambakdirasakan sangat lambat dibandingkan dengan usaha budidaya udang. Faktor ketersediaan benih merupakan salah satu kendala dalam menigkatkan teknologi budidaya bandeng. Selama ini produksi nener alam belum mampu untuk mencukupi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=46&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><strong>PEMBENIHAN IKAN MAS</strong></p>
<p style="text-align:left;"><strong><img class="aligncenter size-medium wp-image-47" title="Ikan Mas" src="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/06/ikan-mas2.jpg?w=300&#038;h=207" alt="Ikan Mas" width="300" height="207" />PENDAHULUAN</strong></p>
<p>Benih  ikan Mas  merupakan salah satu sarana produksi yang utama dalam usaha budidaya ikan mas di kolam. Perkembangan Teknologi budidaya bandeng di tambakdirasakan sangat lambat dibandingkan dengan usaha budidaya udang. Faktor ketersediaan benih merupakan salah satu kendala<br />
dalam menigkatkan teknologi budidaya bandeng. Selama ini produksi nener alam belum mampu untuk mencukupi kebutuhan budidaya bandeng yang terus berkembang, oleh karena itu peranan usaha pembenihan bandeng dalam upaya untuk mengatasi masalah kekurangan nener tersebut menjadi sangat penting. Tanpa mengabaikan arti penting dalam pelestarian alam, pengembangan wilayah, penyediian dukungan terhadap pembangunan perikanan khususnya dan pembangunan nasional umumnya, kegiatan pembenihan bandeng di hatchery harus diarahkan untuk tidak menjadi penyaing bagi kegiatan<br />
penangkapan nener di alam. Diharapkan produksi benih nener di hatchery diarahkan untuk mengimbangi selisih antara permintaan yang terus meningkat<br />
dan pasok penangkapan di alam yang diduga akan menurun.</p>
<p><strong>PENGERTIAN</strong></p>
<p>Teknologi produksi benih di hatchery telah tersedia dan dapat diterapkan baik dalam suatu Hatchery Lengkap (HL) maupun Hatchery Sepenggal (HS) seperti Hatchery Skala Rumah Tangga (HSRT). Produksi nener di hatchery sepenggal dapat diandalkan. Karenaresiko kecil, biaya rendah dan hasil memadai. Hatchery sepenggal sangat cocok dikembangkan di daerah miskin sebagai salah satu upaya penaggulangan kemiskinan bila dikaitkan dalam pola bapak angkat dengan hatchery lengkap (HL). Dilain pihak, hatchery lengkap (HL) dapat diandalkan sebagai produsen benih bandeng (nener) yang bermutu serta tepat musim, jumlah dan harga.</p>
<p>Usaha pembenihan bandeng di hatchery dapat mengarahkan kegiatan budidaya menjadi kegiatan yang mapan dan tidak terlalu dipengaruhi kondisi alam serta tidak memanfaatkan sumber daya secara berlebihan. Dalam siklusnya yang utuh, kegiatan budidaya bandeng yang mengandalkan benih<br />
hatchery bahkan dapat mendukung kegiatan pelestarian sumberdaya baik melalui penurunan terhadap penyian-nyian sumber daya benih species lain yang biasa terjadi pada penangkapan nener di alam maupun melalui penebaran di perairan pantai (restocking).</p>
<p>Disisi lain, perkembangan hatchery bandeng di kawasan pantai dapat dijadikan titk tumbuh kegiatan ekonomi dalam rangka pengembangan wilayah dan penyerapan tenaga kerja yang mengarah pada pembangunan berwawasan lingkungan. Pada giliranya, tenaga yang terserap di hatchery itu sendiri selain berlaku sebagai produsen juga berlaku sebagai kondumen bagi kebutuhan kegiatan sehari-hari yang dapat mendorong kegiatan ekonomi  masyarakat sekitar hatchery.</p>
<p><strong>PERSYARATAN LOKASI</strong></p>
<p>Pemilihan tempat perbenihan bandeng harus mempertimbangkan aspek-aspek yang berkaitan dengan lokasi. Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam persyaratan lokasi adalah sebagai berikut.</p>
<ol>
<li>Status      tanah dalam kaitan dengan peraturan daerah dan jelas sebelum hatchery      dibangun.</li>
<li>Mampu      menjamin ketrsediaan air dan pengairan yang memenuhi persyaratan mutu yang      ditentukan;<br />
- Pergantian air minimal; 200 % per hari.<br />
- Suhu air, 26,5-31,0 0C.<br />
- PH; 6,5-8,5.<br />
- Oksigen larut; 3,0-8,5 ppm.<br />
- Alkalinitas 50-500ppm.<br />
- Kecerahan 20-40 cm (cahaya matahari sampai ke dasar pelataran).<br />
- Air terhindar dari polusi baik polusi bahan organik maupun an organik.</li>
<li>Sifat-sifat      perairan pantai dalam kaitan dengan pasang surut dan pasang arus perlu      diketahui secara rinci.</li>
</ol>
<p>Faktor-faktor biologis seperti kesuburan perairan, rantai makanan, speciesdominan, keberadaan predator dan kompretitor, serta penyakit endemic harus diperhatikan karena mampu mengakibatkan kegagalan proses produksi.</p>
<p><strong>SARANA DAN PRASARANA</strong></p>
<p><strong>1) Sarana Pokok</strong></p>
<p>Fasilitas pokok yang dimanfaatkan secara langsung untuk kegiatan produksi adalah bak penampungan air tawar dan air laut, laboratorium basah, bak pemeliharaa larva, bak pemeliharaan induk dan inkubasi telur serta bak pakan alami.</p>
<ol>
<li><strong>Bak      Penampungan Air Tawar dan Air Laut.</strong><br />
Bak penampungan air (reservoir) dibangun pada ketinggian sedemikian rupa      sehingga air dapat didistribusikan secara gravitasi ke dalam bak-bak dan      sarana lainnya yang memerlukan air (laut, tawar bersih). Sistim pipa      pemasukkan dan pembuangan air perlu dibangun pada bak pemelihara induk,      pemeliharaan larva, pemeliharan pakan alami, laboratorium kering dan basah      serta saran lain yang memerlukan air tawar dan air laut serta udara      (aerator). Laboratorium basah sebaiknya dibangun berdekatan dengan      bangunan pemeliharaan larva dan banguna kultur murni plankton serta diatur      menghadap ke kultur masal plankton dan dilengkapi dengan sistim pemipaan      air tawar, air laut dan udara.</li>
<li><strong>BakPemeliharaanInduk</strong><br />
Bak pemeliharaan induk berbentuk empat persegi panjang atau bulat dengan      kedalaman lebih dari 1 meter yang sudut-sudutnya dibuat lengkung dan dapat      diletakkan di luar ruangan langsung menerima cahaya tanpa dinding.</li>
<li><strong>BakPemeliharanTelur</strong><br />
Bak perawatan telur terbuat dari akuarium kaca atau serat kaca dengan daya      tampung lebih dari 2.000.000 butir telur pada kepadatan 10.000 butir<br />
per liter.</li>
<li><strong>Bak      Pemeliharaan Larva</strong><br />
Bak pemeliharaan larva yang berfungsi juga sebagai bak penetasan telur      dapat terbuat dari serat kaca maupun konstruksi beton, sebaiknya berwarna      agak gelap, berukuran (4x5x1,5) m3 dengan volume 1-10 ton berbentuk bulat      atau bujur sangkar yang sudut-sudutnya dibuat lengkung dan diletakkan di      dalam bangunan beratap tembus cahaya tanpa dinding balik. Untuk mengatasi      penurunan suhu air pada malam hari, bak larva<br />
diberi penutup berupa terval plastik untuk menyangga atap plastik, dapat      digunakan bentangan kayu/bambu.</li>
<li><strong>Bak      Pemeliharaan Makanan Alami, Kultur Plankton Chlorella sp dan Rotifera.</strong><br />
Bak kultur plankton chlorella sp disesuaikan dengan volume bak      pemeliharaan larva yang terbuat dari serat kaca maupun konstruksi beton      ditempatkan di luar ruangan yang dapat langsung mendapat cahaya matahari.      Bak perlu ditutup dengan plastik transparan pada bagian atasnya agar      cahaya juga bisa masuk ke dalam bak untuk melindungi dari pengaruh air      hujan. Kedalamam bak kultur chlorella sp harus diperhitungkan sedemikian      rupa sehingga penetrasi cahaya matahari dapat dijamin mencapai dasar      tangki. Kedalaman air dalam tangki disarankan tidak melebihi 1 meter atau      0,6 m, ukuran bak kultur plankton chlorella sp adalah (20 x 25 x 0,6)m3.      Bak kultur rotifera terbuat dari serat kaca maupun konstruksi baton yang      ditempatkan dalam bangunan beratap tembus cahaya tanpa dinding.      Perbandingan antara volume bak chlorella, rotifera dan larva sebaliknya      5:5:1.</li>
</ol>
<p><strong>2) Sarana Penunjang</strong></p>
<p>Untuk menunjang perbenihan sarana yang diperlukan adalah laboratorium pakan alami, ruang pompa,air blower, ruang packking, ruang genset, bengkel, kendaraan roda dua dan roda empat serta gudang (ruang pentimpanan barang-barang opersional) harus tersedia sesuai kebutuhan dan memenuhi persyaratan dan ditata untuk menjamin kemudahan serta keselamatan kerja.</p>
<ol>
<li>Laboratorium pakan alami seperti laboratorium fytoplankton berguna sebagai tempat kultur murni plankton yang ditempatkan pada lokasi dekat<br />
hatchery yang memerlukan ruangan suhu rendah yakni 22~25 0C.</li>
<li>Laboratorium kering termasuk laboratorium kimia/mikrobialogi, sebaiknya dibangun berdekatan dengan bak pemeliharaan larva berguna sebagai bangunan stok kultur dan penyimpanan plankton dengan suhu sekitar 22~25 0C serta dalam ruangan. Untuk kegiatan yang berkaitan dengan pemasaran hasil dilengkapi dengan fasilitas ruang pengepakan yang dilengpaki dengan sistimpemipaan air tawar dan air laut, udara serta sarana lainnya seperti peti kedap air, kardus, bak plastik, karet dan oksigen murni. Alat angkut roda dua dan empat yang berfungsi untuk memperlancar pekerjaan dan pengangkutan hasil benih harus tersedia tetap dalam</li>
<li>keadaan baik dan siap pakai. Untuk pembangkit tenaga listrik atau penyimpanan peralatan dilengkapi dengan pasilitas ruang genset dan bengkel, ruang pompa air dan blower, ruang pendingin dan gudang.</li>
</ol>
<p><strong>3) Sarana Pelengkap</strong></p>
<p>Sarana pelengkap dalam kegiatan perbenihan terdiri dari ruang kantor, perpustakaan, alat tulis menulis, mesin ketik, komputer, ruang serbaguna,ruang makan, ruang pertemuan, tempat tinggal staf dan karyawan.</p>
<p><strong>TEKNIK PEMELIHARAN</strong></p>
<p><strong>1) Persiapan Opersional.</strong></p>
<ol>
<li>Sarana yang digunakan memenuhi persyaratan higienis, siap dipakai dan bebas cemaran. Bak-bak sebelum digunakan dibersihkan atau dicuci dengan sabun detergen dan disikat lalu dikeringkan 2-3 hari. Pembersihan bak dapat juga dilakukan dengan cara membasuh bagian dalam bak kain yang dicelupkan ke dalam chlorine 150 ppm (150 mil larutan chlorine 10% dalam 1 m3 air) dan didiamkan selama 1~2 jam dan dinetralisir dengan larutan Natrium thiosulfat dengan dosis 40 ppm atau desinfektan lain yi formalin 50 ppm. Menyiapkan suku cadang seperti pompa, genset dan blower untuk mengantisipasi kerusakan pada saat proses produksi.</li>
<li>Menyiapkan bahan makanan induk dan larva pupuk fytoplankton, bahan kimia yang tersedia cukup sesuai jumlah dan persyaratan mutu untuk tiap tahap pembenihan.</li>
<li>Menyiapkan tenaga pembenihan yang terampil, disiplin dan berpengalaman dan mampu menguasai bidang kerjanya.</li>
</ol>
<p><strong>2) Pengadaan Induk.</strong></p>
<ol>
<li>Umur induk antara 4~5 tahun yang beratnya lebih dari 4 kg/ekor.</li>
</ol>
<ol>
<li>Pengangkutan induk jarak jauh      menggunakan bak plastik. Atau serat kaca dilengkapi aerasi dan diisi air bersalinitas rendah      (10~15)ppt, serta suhu 24~25 0C. Atau serat kaca dilengkapi aerasi dan      diisi air barsalinitas rendah (10~15) ppt, serta suhu 24~25 0C.</li>
<li>Kepadatan induk selama pengangkutan      lebih dari 18 jam, 5~7 kg/m3 air. Kedalaman air dalam bak sekitar      50 cm dan permukaan bak ditutup untuk mereduksi penetrasi cahaya dan      panas.</li>
<li>Aklimatisasi dengan salinitas      sama dengan pada saat pengangkutan atau sampai selaput mata yang tadinya keruh      menjadi bening kembali. Setelah selesai aklimatisasi salinitas      segera dinaikan dengan cara mengalirkan air laut dan mematikan pasok air      tawar.</li>
</ol>
<p><strong>3) Pemeliharaan Induk</strong></p>
<ol>
<li>Induk berbobot 4~6 kg/ekor dipelihara pada      kepadatan satu ekor per 2~4 m3 dalam bak berbentuk bundar yang dilengkapi      aerasi sampai kedalaman 2 meter.</li>
<li>Pergantian air 150 % per hari dan sisa makanan      disiphon setiap 3 hari sekali. Ukuran bak induk lebih besar dari 30 ton.</li>
<li>Pemberian      pakan dengan kandungan protein sekitar 35 % dan lemak 6~8 % diberikan 2~3      % dari bobot bio per hari diberikan 2 kali per hari yaitu pagi dan masa      sore.</li>
<li>Salinitas      30~35 ppt, oksigen terlarut . 5 ppm, amoniak &lt; 0,01 ppm, asam belerang      &lt; 0,001 ppm, nirit &lt; 1,0 ppm, pH; 7~85 suhu 27~33 0C.</li>
</ol>
<p><strong>4) Pemilihan Induk</strong></p>
<ol>
<li>Berat induk lebih dari 5 kg atau panjang antara      55~60 cm, bersisik bersih, cerah dan tidak banyak terkelupas serta mampu      berenang cepat.</li>
<li>Pemeriksaan jenis kelamin dilakukan dengan cara      mem-bius ikan dengan 2 phenoxyethanol dosis 200~300 ppm. Setelah ikan      melemah kanula dimasukan ke-lubang kelamin sedalam 20~40 cm tergantung      dari panjang ikan dan dihisap. Pemijahan (striping) dapat juga dilakukan      terutama untuk induk jantan.</li>
<li>Diameter telur yang diperoleh melalui kanulasi      dapat digunakan untuk menentukan tingkat kematangan gonad. Induk yang mengandung telur berdiameter lebih      dari 750 mikron sudah siap untuk dipijahkan.</li>
<li>Induk      jantan yang siap dipijahkan adalah yang mengandung sperma tingkat III      yaitu pejantan yang mengeluarkan sperma cupuk banyak sewaktu dipijat dari      bagian perut kearah lubang kelamin.</li>
</ol>
<p><strong>5) Pematangan Gonad</strong></p>
<ol>
<li>Hormon dari luar dapat dilibatkan dalam proses      metabolisme yang berkaitan dengan kegiatan reproduksi dengan cara      penyuntikan dan implantasi menggunakan implanter khusus. Jenis hormon yang      lazim digunakan untuk mengacu pematangan gonad dan pemijahan bandeng LHRH      –a, 17 alpha methiltestoteron dan HCG.</li>
<li>Implantasi pelet hormon      dilakukan setiap bulan pada pagi hari saat pemantauan perkembangan gonad      induk jantan maupun betina dilakukan LHRH-a dan 17 alpha methiltestoteren      masing-masing dengan dosis</li>
<li>100~200 mikron per ekor (berat induk 3,5 sampai 7      kg).</li>
</ol>
<p><strong>6) Pemijahan Alami.</strong></p>
<ol>
<li>Ukuran      bak induk 30-100 ton dengan kedalaman 1,5-3,0 meter berbentuk bulat      dilengkapi aerasi kuat menggunakan “diffuser” sampai dasar bak serta      ditutup dengan jaring.</li>
<li>Pergantian      air minimal 150 % setiap hari.</li>
<li>Kepadatan      tidak lebih dari satu induk per 2-4 m3 air.</li>
<li>Pemijahan umumnya pada malam      hari. Induk jantan mengeluarkan sperma dan induk betina mengeluarkan telur      sehingga fertilisasi terjadi<br />
secara eksternal.</li>
</ol>
<p><strong>7) Pemijahan Buatan.</strong></p>
<ol>
<li>Pemijahan buatan dilakukan melalui      rangsangan hormonal. Hormon berbentuk cair diberikan pada saat induk      jantan dan betina sudah matang gonad sedang hormon berbentuk padat      diberikan setiap bulan (implantasi).</li>
<li>Induk bandeng akan memijah setelah      2-15 kali implantasi tergantung dari tingkat kematangan gonad. Hormonyang      digunakan untuk implantasi biasanya LHRH –a dan 17 alpha methyltestoterone      pada dosis masing-masing 100-200 mikron per ekor induk (&gt; 4 Kg beratnya).</li>
<li>Pemijahan induk betina yang      mengandung telur berdiameter lebih dari 750 mikron atau induk jantan yang      mengandung sperma tingkat tiga dapat dipercepat dengan penyuntikan hormon      LHRH- a pada dosis 5.000-10.000IU per Kg berat tubuh.</li>
<li>Volume bak 10-20 kedalaman 1,5-3,0      meter berbentuk bulat terbuat dari serat kaca atau beton ditutup dengan      jaring dihindarkan dari kilasan cahaya pada malam hari untuk mencegah      induk meloncat keluar tangki.<strong> </strong></li>
</ol>
<p><strong> <img src='http://s2.wp.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt='8)' class='wp-smiley' /> Penanganan Telur.</strong></p>
<ol>
<li>Telur      ikan bandeng yang dibuahi berwarna transparan, mengapung pada salinitas      &gt; 30 ppt, sedang tidak dibuahi akan tenggelam dan berwarna putih keruh.</li>
<li>Selama inkubasi, telur harus      diaerasi yang cukup hingga telur pada tingkat embrio. Sesaat sebelum telur      dipindahkan aerasi dihentikan. Selanjutnya telur yang mengapung      dipindahkan secara hati-hati ke dalam bak penetasan/perawatan larva. Kepadatan      telur yang ideal dalam bak penetasan antara 20-30 butir per liter.</li>
<li>Masa kritis telur terjadi      antara 4-8 jam setelah pembuahan. Dalam keadaan tersebut penanganan      dilakukan dengan sangat hati-hati untuk menghindarkan benturan antar telur      yang dapat mengakibatkan menurunnya daya tetas telur. Pengangkatan      telur pada fase ini belum bisa dilakukan.</li>
<li>Setelah      telur dipanen dilakukan desinfeksi telur yang menggunakan larutan formalin      40 % selama 10-15 menit untuk menghindarkan telur dari bakteri, penyakit      dan parasit.</li>
</ol>
<p><strong>9) Pemeliharaan Larva.</strong></p>
<ol>
<li>Air      media pemeliharaan larva yang bebas dari pencemaran, suhu 27-310 C      salinitas 30 ppt, pH 8 dan oksigen 5-7 ppm diisikan kedalam bak tidak      kurang dari 100 cm yang sudah dipersiapkan dan dilengkapi sistem aerasi      dan batu aerasi dipasang dengan jarak antara 100 cm batu aerasi.</li>
<li>Larva      umur 0-2 hari kebutuhan makananya masih dipenuhi oleh kuning telur sebagai      cadangan makanannya. Setelah hari kedua setelah ditetaskan diberi pakan      alami yaitu chlorella dan rotifera. Masa pemeliharaan berlangsung 21-25      hari saat larva sudah berubah menjadi nener.</li>
<li>Pada      hari ke nol telur-telur yang tidak menetes, cangkang telur larva yang baru      menetas perlu disiphon sampai hari ke 8-10 larva dipelihara pada kondisi      air stagnan dan setelah hari ke 10 dilakukan pergantian air 10% meningkat      secara bertahap sampai 100% menjelang panen.</li>
<li>Masa kritis dalam pemeliharaan      larva biasanya terjadi mulai hari ke 3-4 sampai ke 7-8. Untuk mengurangi      jumlah kematian larva, jumlah pakan yang diberikan dan kualitas air      pemeluharan perlu terus dipertahankan pada kisaran optimal.</li>
<li>Nener yang tumbuh normal dan      sehat umumnya berukuran panjang 12-16 mm dan berat 0,006-0,012 gram dapat      dipelihara sampai umur 25 hari saat penampakan morfologisnya sudah      menyamai bandeng dewasa.</li>
</ol>
<p><strong>10) Pemberian Makanan Alami</strong></p>
<ol>
<li>Menjelang      umur 2-3 hari atau 60-72 jam setelah menetas, larva sudah harus diberi      rotifera (Brachionus plicatilis) sebagai makanan sedang air media      diperkaya chlorella sp sebagai makanan rotifera dan pengurai metabolit.</li>
<li>Kepadatan      rotifera pada awal pemberian 5-10 ind/ml dan meningkat jumlahnya sampai      15-20 ind/ml mulai umur larva mencapai 10 hari. Berdasarkan kepadatan      larva 40 ekor/liter, jumlah chlorella : rotifer : larva = 2.500.000: 250 :      1 pada awal pemeliharaan atau sebelum 10 hari setelah menetas, atau =      5.000.000 : 500:1 mulai hari ke 10 setelah menetas.</li>
</ol>
<p>Pakan buatan (artificial feed) diberikan apabila jumlah rotifera tidak mencukupi pada saat larva berumur lebih dari 10 hari (Lampiran VIII.2). Sedangkan penambahan Naupli artemia tidak mutlak diberikan tergantung dari kesediaan makanan alami yang ada.  Perbandingan yang baik antara pakan alami dan pakan buatan bagi larva bandeng 1 : 1 dalam satuan jumlah partikel. Pakan buatan yang diberikan sebaiknya berukuran sesuai dengan bukaan mulut larva pada tiap tingkat umur dan mengandung protein sekitar 52%. Berupa. Pakan buatan komersial yang biasa diberikan untuk larva udang dapat digunakan sebagai pakan larva bandeng.<br />
<strong>11) Budidaya Chlorella</strong><br />
Kepadatan chlorella yang dihasilkan harus mampu mendukung produksi larva yang dikehendaki dalam kaitan dengan ratio volume yang digunakan<br />
dan ketepatan waktu. TTG BUDIDAYA PERIKANAN Hal. 10/ 15<br />
Wadah pemeliharaan chlorella skala kecil menggunakan botol kaca/plastik<br />
yang tembus cahaya volume 3-10 liter yang berada dalam ruangan bersih<br />
dengan suhu 23-25 0C, sedangkan untuk skala besar menggunkan wadah<br />
serat kaca volume 0,5-20 ton dan diletakkan di luar ruangan sehingga langsung dengan kepadatan ± 10 juta sel/m3. Panen chlorella dilakukan dengan cara memompa, dialirkan ke tangkitangki pemeliharaan rotifera dan larva bandeng. Pompa yang digunakan sebaiknya pompa benam (submersible) untuk menjamin aliran yang sempurna. Pembuangan dan sebelumnya telah disiapkan wadah<br />
penampungan serta saringan yang bermata jaring 60-70 mikron, berukuran<br />
40x40x50 cm, di bawah aliran tersebut. Rotifer yang tertampung pada saringan dipindahkan ke wadah lain dan dihitung kepadatanya per milimeter.<br />
<strong>12).Budidaya rotifera.  Budidaya Rotifera.</strong><br />
Budidaya rotifera skala besar (HL) sebaiknya dilakukan dengan cara panen harian yaitu sebagian hasil panen disisakan untuk bibit dalam budidaya<br />
berikutnya (daily partial harvest). Sedangkan dilakukan dengan cara panen  penuh harian (batch harvest). Kepadatan awal bibit (inokulum) sebaiknya lebih dari 30 individu/ml dan jumlahnya disesuaikan dengan volume kultur, biasanya sepersepuluh darivolume wadah.Wadah pemeliharaan rotifer menggunakan tangki serat kaca volume 1-10ton diletakkan terpisah jauh dari bak chrollela untuk mencegahkemungkinan mencemari kultur chlorella dan sebaiknya beratap untuk<br />
mengurangi intensitas cahaya matahari yang dapat mempercepat<br />
pertumbuhan chlorella.Keberhasilan budidaya rotifera berkaitan dengan ketersediaan chlorella atau Tetraselmis yang merupakan makanannya. Sebaiknya perbandingan jumlah chlorella dan rotifer berkisar 100.000 : 1 untuk mempertahankan kepadatan rotifer 100 individu/ml. Pada kasus-kasus tertentu<br />
perkembangan populasi rotifer dapat dipacu dengan penambahan air tawar sampai 23 ppt. Apalagi jumlah chlorella tidak mencukupi dapat digunakan ragi (yeast) pada dosis 30 mg/1.000.000 rotifer. Panen rotifer dilakukan dengan cara membuka saluran pembuangan dan sebelumnya telah disiapkan wadah penampungan serta jaringan yang bermata jaring 60-70 mikro berukuran 40x40x50 cm, di bawah aliran tersebut. Rotifer yang tertampung pada saringan dipindahkan ke wadah lain dan dihitung kepadatannya per milimeter.</p>
<p><strong>PANEN</strong><br />
<strong>1) Panen dan Distribusi Telur.</strong></p>
<p>Dengan memanfaatkan arus air dalam tangki pemijahan, telur yang telah dibuahi dapat dikumpulkan dalam bak penampungan telur berukuran 1&#215;5,5&#215;0,5 m yang dilengkapi saringan berukuran 40x40x50 cm, biasa disebut egg collector, yang ditempatkan di bawah ujung luar saluran pembuangan. Pemanenan telur dari bak penampungan dapat dilakukan dengan menggunakan plankton net berukuran mata 200-300 mikron dengan cara diserok. Telur yang terambil dipindahkan ke dalam akuarium volume 30-100 liter, diareasi selama 15-30 menit dan didesinfeksi dengan formalin 40 % pada dosis 10 ppm selama 10-15 menit sebelum diseleksi.Sortasi telur dilakukan dengan cara meningkatkan salinitas air sampai 40 ppt dan menghentikan aerasi. Telur yang baik terapung atau melayang dan yang tidak baik mengendap. Persentasi telur yang baik untuk pemeliharaan selanjutnya harus lebih dari 50 %. Kalau persentasi yang baik kurang dari 50 %, sebaiknya telur dibuang.Telur yang baik hasil sortasi dipindahkan kedalam pemeliharaan larva ataudipersiapkan untuk didistribusikan ke konsumen yang memerlukan dan masih berada pada jarak yang dapat dijangkau sebelum telur menetas ( ± 12 jam).</p>
<p><strong>2) Distribusi Telur. </strong></p>
<p>Pengangkutan telur dapat dilakukan secara tertutup menggunakan kantong plastik berukuran 40&#215;60 cm, dengan ketebalan 0,05 – 0,08 mm yang diisi air dan oksigen murni dengan perbandingan volume 1:2 dan dipak dalam kotak styrofoam. Makin lama transportasi dilakukan disarankan makin banyak oksigen yang harus ditambahkan. Kepadatan maksimal untuk lama angkut 8 –16 jam pada suhu air antara 20 – 25 0C berkisar 7.500-10.000 butir/liter. Suhu air dapat dipertahankan tetap rendah dengan cara menempatkan es dalam kotak di luar kantong plastik. Pengangkutan sebaiknya dilakukan pada pagi hari untuk mencegah telur menetas selama transportasi.</p>
<p><strong>3) Panen dan Distribusi Nener.</strong></p>
<p>Pemanenen sebaiknya diawali dengan pengurangan volume air, dalam tangki benih kemudian diikuti dengan menggunakan alat panen yang dapat disesuaikan dengan ukuran nener, memenuhi persyaratan hygienis dan ekonomis. Serok yang digunakan untuk memanen benih harus dibuat dari bahan yang halus dan lunak berukuran mata jaring 0,05 mm (gambar XI.3) supaya tidak melukai nener. Nener tidak perlu diberi pakan sebelum dipanen untuk mencegah penumpukan metabolit yang dapat menghasilkan amoniak dan mengurangi oksigen terlarut secara nyata dalam wadah pengangkutan.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/leugeu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/leugeu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/leugeu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/leugeu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/leugeu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/leugeu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/leugeu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/leugeu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/leugeu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/leugeu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/leugeu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/leugeu.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/leugeu.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/leugeu.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=46&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sharedaddy-dark sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leugeu.wordpress.com/2009/06/22/pembenihan-ikan-mas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24356c6ce537d7da0551e5a4fc31c3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ismet leugeu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://leugeu.files.wordpress.com/2009/06/ikan-mas2.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Ikan Mas</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PENGENALAN AKUAKULTUR</title>
		<link>http://leugeu.wordpress.com/2008/12/20/pengenalan-akuakultur/</link>
		<comments>http://leugeu.wordpress.com/2008/12/20/pengenalan-akuakultur/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Dec 2008 09:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>leugeu</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://leugeu.wordpress.com/2008/12/20/pengenalan-akuakultur/</guid>
		<description><![CDATA[Pengertian dan Ruang Lingkup Akuakultur Akuakultur adalah kegiatan untuk memproduksi biota (organisme ) akuatik dilingkungan terkontrol dalam rangka mendapat keuntungan (profit) Dalam usaha akuakultur mencakup : a. Pembenihan ikan Pemmilihan induk Pemijahan induk Penetasan telur Pemeliharaan larva Pendederan b. Pembesaran Efesiensi pakan Konversi pakan c. Nutrisi pakan Formula pakan Nilai gizi d. Kualitas air e. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=42&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal"><strong><span style="font-size:20pt;" lang="IN"><img class="alignleft size-medium wp-image-41" title="ikan-nila1" src="http://leugeu.files.wordpress.com/2008/12/ikan-nila1.jpg?w=300&#038;h=203" alt="ikan-nila1" width="300" height="203" /><br />
</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><span style="font-size:20pt;" lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;                            &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/ISMAIL/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" alt="Ringkasan " width="204" height="60" /><!--[endif]--></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><span style="font-size:36pt;" lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;   &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/ISMAIL/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" alt="AKUAKULTUR" width="545" height="142" /><!--[endif]--></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:right;" align="right"><strong><span style="font-size:16pt;" lang="IN"><!--[if gte vml 1]&gt;     &lt;![endif]--><!--[if !vml]--><img src="/DOCUME~1/ISMAIL/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" alt="Ismail " width="81" height="38" /><!--[endif]--></span></strong><strong></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal"><strong><span lang="IN"> </span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Pengertian dan Ruang Lingkup Akuakultur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Akuakultur adalah kegiatan untuk memproduksi biota (organisme ) akuatik dilingkungan terkontrol dalam rangka mendapat keuntungan (profit) </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Dalam usaha akuakultur mencakup :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">a. Pembenihan ikan</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemmilihan      induk</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemijahan      induk</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Penetasan      telur</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemeliharaan      larva</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pendederan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">b. Pembesaran</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Efesiensi      pakan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Konversi      pakan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">c. Nutrisi pakan</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Formula      pakan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Nilai      gizi</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">d. Kualitas air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">e. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sistem pengadaan sarana dan prasarana produksi akuakultur </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Prasarana      produksi</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pemilihan lokasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengadaan bahan dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pembangunan fasilitas produksi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="a">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Sarana produksi</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pengadaan induk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Benih</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pakan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pupuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Obat-obatan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pestisida</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Peralatan akuakultur dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span style="font-family:Symbol;" lang="IN"><span>·<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tenaga kerja</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Subsistem proses produksi</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Persiapan      akuakultur</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Penebaran      (stocking)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemberian      pakan </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pengelolaan      lingkungan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Kesehatan      ikan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemantauan      ikan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pemanenan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Subsistem penanganan pasca panen dan pemasaran </span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Meningkatkan      mutu produk</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Distribusi      produk dan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Pelayanan      (servis) terhadap konsumen</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Subsistem pendukung</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Aspek hukum      (UU dan kebijakan )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Aspek keuangan      (pembiayaan/kredit,pembayaran)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Aspek kelembagaan      (organisasi perusahaan, asosiasi, koperasi, perebankan, lembaga birokrasi,      lembaga riset, dan pengembngan</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Ruang lingkup akuakultur sebagai suatu sistem usaha (bisnis)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;--></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Penadaan sarana     dan prasarana</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Penanganan     psca penen dan pemasaran</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>
<div>
<p class="MsoNormal"><span lang="IN">Produksi-produksi</span></p>
</div>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[if !vml]--><span style="position:relative;z-index:1;"><span style="position:absolute;left:-85px;top:-1px;width:750px;height:151px;"><img src="/DOCUME~1/ISMAIL/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" alt="" width="750" height="151" /></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><!--[if gte vml 1]&gt;  &lt;![endif]--><!--[if !vml]--></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" align="left">
<tbody>
<tr>
<td width="167" height="15"></td>
</tr>
<tr>
<td></td>
<td style="border:.75pt solid black;background:white none repeat scroll 0 0;vertical-align:top;" width="198" height="42" bgcolor="white"><!--[endif]--><!--[if !mso]--><span style="position:absolute;left:0;z-index:4;"></p>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><!--[endif]--></p>
<div class="shape" style="padding:4.35pt 7.95pt;">
<p class="MsoNormal" style="text-align:center;" align="center"><span lang="IN">Pendukung</span></p>
</div>
<p><!--[if !mso]--></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p></span><!--[endif]--><!--[if !mso &amp; !vml]--> <!--[endif]--><!--[if !vml]--></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p><!--[endif]--><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Tujuan Akuakultur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan akuaultur adalah memproduksi iksn dan akhirnya mendapat keuntungan serta memnuhi kebutuhan hidup manusia dalam hal pangan dan bukan pangan ( non &lt;<span> </span>food uses)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Secara spesifik tujuan akuakultur untuk :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Produksi makanan</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Perbaikan stok alam</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Produksi ikan untuk rekreasi</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Produksi ikan umpan </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Produksi ikan hias</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Daur ulang bahan organik</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">produksi bahan industri</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Komoditas Akuakultur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Komoditas adalah barang atau produk yang bisa diperdangankan , jadi komoditas akuakultur adalah spesies atau jenis ikan (dalam arti luas) yang diproduksi dalam kegiatan akuakultur dan menjadi barang /produk yang bisa diperdagangkan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Golongan ikan adalah spesies akuakultur yang memiliki sirip sebagai organ penggeraknya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Contoh komoditas akuakultur dari golongan ikan adalah :</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Ikan mas ( <em>Cyprinus carpio</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Ikan nila ( <em>Oreochromis      niliticus</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Ikan lele ( <em>Clarias sp </em>)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Ikan gurami ( <em>osphronemus      gouramy</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Ikan patin ( <em>Pangosius sp</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Ikan kerapu macan ( <em>Epinephelus      fusguttatus </em>)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Ikan kerapu bebek ( <em>Cromiletes      altivelis</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Ikan kakap putih ( <em>Lates      calcarifer</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Ikan bandeng ( <em>chanos chanos</em> ) </span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Golongan udang adalah spesies akuakultur yang memiliki karapas yaitu kulit yang mengandung kitin sehingga bisa mengeras.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Contoh komoditas akuakultur dari golongan udang adalah :</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Udang windu ( <em>Paneos monodon </em>)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Udang vanamei ( <em>Litopaneus      vannamei</em>)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Udang bru ( <em>Panaeus stylostris</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Udang putih ( <em>Panaeus japonicus</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Udang galah crobrach tawar ( <em>Macrobrachium      rasenbergit</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Udang cerax ( <em>Cherax sp</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Udang lobster ( <em>Homarus sp</em> )</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Kepiting bakau ( <em>Scylla serrata</em> )</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Golongan moluska adalah spesies akuakultur yang memiliki cangkang yang keras.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Contoh komoditas akuakultur dari golongan moluska adalah :</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Karang mutiara ( <em>Pinctada maxima</em> ) </span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Abalone ( <em>Heliotis</em> sp.)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Kerang hijau ( <em>Mytilus</em> sp.)</span></li>
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Kerang darah ( <em>Anadara</em> sp.)</span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Ekinodermata adalah spesies akuakultur yang memiliki kulit berduri berfungsi untuk alat bergerak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Contoh komoditas akuakultur dari ekinodermata adalah :</span></p>
<ul style="margin-top:0;" type="disc">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Teripang ( <em>Holothuria</em> sp.)      yang memiliki nama perdagangan <em>sea      cucumber</em></span></li>
</ul>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Golongan alga adalah spesies akuakultur dari bersel tunggal, terdiri dari mikrialga dan makroalga.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Contoh mikroalga/fitoplanton adalah <em>Chlorella</em> sp. Umumnya berupa makanan alami bagi komoditas akuakultur lainnya, terutama untuk larva dan benih, kecuali yang telah menjadi makanan kesehatan manusia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Contoh makroalga adalah rumput laut seperti <em>Euchema cottonii</em> dan <em>Glacilaria</em> sp.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Komodits akuakultur yang sekaran sedang giat diusahakan adalah koral. Biota ini selain untuk tujuan perdagangan, juga untuk konservasi terumbu karang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Berdasarkan jenis pakannya, komoditas akuakultur secara alamiah dikelompokan menjadi 3 golongan :</span></p>
<ol style="margin-top:0;" type="1">
<li class="MsoNormal"><span lang="IN">Herbivora</span></li>
</ol>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Golongan herbivora adalah spesies akuakultur dengan makanan utamanya berupa tanaman ( nabati ) contoh gurami sebagai pemakan daun (makrovita ), kowan ( <em>Ctenopharyngodon idella</em> ), dan tawes ( <em>Puntius javanicus</em> ) sebagai pemakan rumput, ikan mola ( <em>Hypophthalmichthys molitrix</em> ) dan tambakan sebagai pemakan fitoplanton (mikrofita ), bandeng sebagai pemakan klekap, serta sepat ( <em>Trichogaster</em> sp ) sbagai penakan fitoplanton atau perifiton. Klekap adalah koloni makanan alami yang terdiri dari lumut, perifiton, dan benthos yang tumbuh didasar tambak. Spesies herbivora pemakan fitoplanton disebut pula sebagai <em>herbivor microfiltering</em> ( fitofagus )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:0;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Karnivora</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Golongan karnivora adalah spesies akuakultur pemakan daging (hewani) sehingga hewan ini disebut ikan prdator. Contohnya adalah kerapu, kakap putih, betutu, belut, udang, dan lobster. Dalam akuakultur, ikan predator ini diberi pakan berupa rucah segar atau memangsa ikan lainnya dan ikan berukuran lebih kecil. Umumnya spesies predator relatif sulit menerima pakan buatan, antara lain berupa pelet. Kerapu dan kakap putih sudah bisa menerima pakan pelet melalui serangkaian pembelajaran makanan (<em>weaning</em>) .</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Omnivora</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Golongan omnivora adalah spesies akuakultur yang bisa makan segala jenis makanan. Makanan yang dikonsumsi spesies ini bisa sebagian besar dari kelompok nabati sehingga disebut ikan omnivora yang cenderung herbivora, contohnya ikan mas, nila, mujair, koki dan koi. Spesies golongan ini juga mengonsumsi makanan yang sebagian besar dari kelopok hewani sehingga disebut ikan omnivora yang mengarah ke karnivora, contohnya ikan lele, patin, sidat, udang windu, udang galah, udang vanamei, dan udang biru.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Komoditas ikan laut : kerapu macan, kerapu bebek, napolion, karang mutiara, dan rumput laut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Komoditas ikan tawar : ikan mas, lele, gurami, nila, mujair, dan patin.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Komoditas air payau : udang windu dan bandeng.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pemilihan spesies untuk akuakultur didasarkan kepada pertimbangan karakteristik biologi, dan pasar serta sosial ekonomi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">1. Pertimbangan biologi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Meliputi reproduksi, fisiologi, tingkah laku, morfologi, ekologi dan distibusi biota yang akan dikembangkan sebagai komoditas akuakultur. Beberapa pertimbangan biologi tersebut adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Kemampuan memijah dalam lingkungan bubidaya dan memijah secara buatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Ukuran dan umur pertama kali matang gonad</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Fekunditas</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Laju pertumbuhan dan produksi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Tingkat trofik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>f.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Toleransi terhadap kualitas air dan daya adaptasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>g.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Ketahanan terhadap stres dan penyakit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>h.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Kemampuan mengonsumsi pakan buatan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>i.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Konversi pakan </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>j.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Toleransi terhadap penanganan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>k.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Dampak terhadap limgkungan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">2. Pertimbangan eknomi dan pasar </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Pertimbangan konomi dan pasar lebih penting daripada pertimbangan biologi dalam memilih spesies untuk dikulturkan. Pertimbangan ekonomi dan pasar dalam memilih spesies mencakup beberapa hal, antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>a.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Permintaan pasar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>b.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Harga dan keuntungan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>c.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Sitem pemasaran (marketing)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>d.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Ketersediaan sarana dan prasarana produksi dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:54pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>e.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Pendapatan masyarakat </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Domestika dan Introduksi spesies baru</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">A. <span> </span>Domestika spesies adalah menjadikan spesies liar ( <em>wild species</em> )<span> </span>menjadi spesies akuakultur. Ada tiga tahapan domestikasi spesies liar, yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN">mempertahankan agar bisa tetap hidup (survive ) dalam lingkungan akuakultur (wadah terbatas, lingkungan artifisial dan terkontrol)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> menjaga agar tetap bisa tumbuh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN">mengupayakan agar bisa berkembangbiak dalam lingkungan akuakultur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">B. <span> </span>Introduksi spesies adalah mendatangkan spesies akuakultur dari kawasan lain untuk meningkatkan jumlah jenis komoditas dan perbaikan genetis. Tujuan introduksi spesies baru adalah untuk meningkatkan produksi akuakultur, mendatangkan biota ikan hias dan biota sebagai filter biologis. Beberapa pertimbangan untuk mengintroduksi spesies baru adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">spesies yang diintroduksi hendaknya sesuai dengan kebutuhan, tujuan introduksi juga harus jelas </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">tidak menyaingi spesies <em>native</em> yang bernilai sehingga menyebabkan menurunnya bahkan punahnya populasi spesies <em>native</em> tersebut </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">tidak terjadi kawin silang dengan spesies <em>native</em> sehingga menghasilkan hibrid yang tidak dikehendaki</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">spesies yang diintroduksi tidak ditunggangi oleh hama, parasit, atau penyakit yang mungkin bisa menyerang spesies <em>native</em> dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:27pt;text-align:justify;text-indent:-9pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">spesies yang diintroduksikan dapat hidup dan berkembangbiak dalam keseimbangan dengan lingkungan barunya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Sumber Daya Air</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Berdasarkan kadar garamnya ( salinitas ), perairan dipermukaan bumi dibagi menjadi tiga golongan yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Perairan air tawar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Perairan air tawar terdapat didaratan mulai dari pegunungan, perbukitan, hingga daratan rendah dekat pantai, berupa :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Danau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Situ</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Waduk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sungai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran irigasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mata air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sumur dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Air hujan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Perairan payau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>perairan payau berlokasi dimuara sungai dan pantai tempat terjadinya transisi dari kondisi air tawar ke kondisi air asin (laut), antara lain :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perairan payau dimuara sungai dan pantai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perairan payau dirawa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Perairan payau dipaluh</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Perairan laut</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Perairan air laut adalah perairan yang berada dilaut dan memiliki kadar garam berkisar antara 30-35 ppt. Berupa :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">teluk→ perairan laut yang menjorok masuk kedalam daratan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">selat→ perairan laut diantara dua atau beberapa pulau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">perairan laut dangkal→ umumnya berlokasi didekat pantai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Sistem Teknologi Akuakultur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Tujuan akuakultur adalah memproduksi ikan dan akhirnya mendapatkan keuntungan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Ada 13 sistem akuakultur yang sudah diusahakan untuk memproduksi ikan adalah :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">1. kolam air tenang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">2. kolam air deras</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">3. tambak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">4. jaring apung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">5. jaring tancap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">6. keramba</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">7. <em>kombongan</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">8. <em>penculture</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">9. <em>enclusure</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">10. <em>long line</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">11. rakit</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">12. bak-tangki-akuarium dan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">13. <em>ranching</em> (melalui <em>restocking</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Sebagai contoh, sistem tambak dipilih untuk kawasan yang memiliki sumberdaya air payau seperti dekat muara sungai, pantai, rawa payau, atau paluh. Contoh lainnya adalah kolam air deras dipilih untuk kawasan yang memilki sumberdaya air berupa sungai jeram (sungai didaerah perbukitan atau penggunungan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sitem akuakultur ini juga bisa dikelompokan menjadi 2 yaitu :</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sistem akuakultur berbasiskan daratan ( <em>land- based aquakultur</em> ),<span> </span>terdiri dari kolam air tenang, kolam air deras, tambak, bak, akuarium, dan tangki.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;text-indent:18pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Dan sistem akuakultur berbasiskan air ( <em>water- based aquakultur</em> ). Terdiri dari jaring apung, jaring tancap, keramba, kombongan, <em>long line</em>, rakit,<span> </span><em>pen culture</em>, dan <em>enclosure</em>. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sistem budidaya beserta komponen dan lokasi yang sesuai dengan sumberdaya airnya</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<table class="MsoTableGrid" style="border:medium none;width:464.4pt;border-collapse:collapse;" border="1" cellspacing="0" cellpadding="0" width="619">
<tbody>
<tr>
<td style="border:1pt solid windowtext;width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Sistem</span></strong></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Komponen</span></strong></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><strong><span lang="IN">Sumber Daya Air</span></strong></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kolam air tenang</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pematang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dasar kolam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu air masuk ( <em>inlet</em> )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN"><span> </span>Pintu air keluar ( <em>outlet</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran pemasukan air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Salur<em>an </em>pembuangan air</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sungai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran Irigasi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mata Air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Hujan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sumur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Waduk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Danau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Situ</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kolam air deras</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dinding/pematang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dasar kolam</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu air masuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu air keluar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran pembuangan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran pembuangan</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sungai daratan tinggi (pgunungan dan   perbukitan)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran irigasi di dataran tinggi</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Tambak</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pematang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dasar tambak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu air masuk ( <em>inlet</em> )</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu air keluar ( <em>outlet</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran pemasukan air</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran pembuangan air</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Muara Sungai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pantai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Rawa Payau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Paluh</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jaring apung</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Rangka</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jaring</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pelampung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jangkar + tambang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jalan inspeksi</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Rumah jaga</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Danau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Waduk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Teluk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Selat</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Laguna</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Jaring tancap</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tonggak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jaring</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Rumah jaga</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jalan inspeksi</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Danau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Waduk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sungai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Muara Sungai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Teluk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Selat</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Keramba</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dinding</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dasar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Atap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sungai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Danau</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Waduk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran irigasi</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kombongan</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dinding</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dasar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Atap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sungai</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran irigasi</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sawah</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dinding/pematang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dasar sawah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu air masuk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu air keluar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran pembuangan</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">-</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Kandang (<em>pen culture</em>)</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dinding</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Laut Dangkal Terlindung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Teluk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Selat</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Sekat (<em>enclosure</em>)</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Teluk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sekat (<em>Barrier</em>)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pintu</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Laut Dangkal Telindung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Teluk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Selat</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN">Longline</span></em></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tambang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pelampung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jangkar/pemberat</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Laut Dangkal Terlindung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Teluk</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Selat</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Rakit</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Bambu</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pelampung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Jangkar/pemberat</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Laut Dangkal Terlindung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Teluk </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">-   Selat</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Bak/akuarium/tangki</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dinding</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Dasar</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Atap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Lubang masuk/keluar</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sumur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Mata air</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Resirkulasi</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Akuarium</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tandon/pengendapan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Wadah filter</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Pompa</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Saluran/selang air</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>-<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Sumur</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">ranching</span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">-</span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">-</span></p>
</td>
</tr>
<tr>
<td style="width:142pt;padding:0 5.4pt;" width="189" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
<td style="width:160.4pt;padding:0 5.4pt;" width="214" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
<td style="width:162pt;padding:0 5.4pt;" width="216" valign="top">
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
</td>
</tr>
</tbody>
</table>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN">Berikut ini adalah uraian sitem budidaya yang pernah dan bisa diamplikasikan di Indonesia.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>1.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Kolam air tenang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Kolam air tenang adalah wadah pemeliharaan ikan yang didalamnya terdapat air besifat mengenang (stagnant). Kolam air tenang menggunakan perairan tawar sebagai sumber airnya, yaitu sungai, saluran irigasi, mata air, hujan, sumur, waduk, danau, dan situ. Didalam kolam air tenang terjadi proses ekologi seperti proses produksi biomassa nabati melalui aktifitas fotosintetis oleh fitoplanton atau tumbuhan air (makrofit), proses konsumsi oloeh organisme hewani (antara lain ikan), dan proses dekomposisi bahan organik di dasar kolam menjadi hara oleh bakteri pengurai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:9pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Komponen kolam air tenang meliputi pematang kolam, fdasar kolam, pintu air masuk, (inlet), pintu air keluar (outlet), salurn pemasukan air, dan saluran pembuangan air. Pematang kolam dan dasar kolam berfungsi, menahan massa air selama mungkin didalam kolam sehingga ikan pemeliharaan dapat hidup, tumbuh, dan berkembangbiak,. Pematang dan dasar kolam terbuat dari beton atau dari tanah asal tempat kolam tersebut dibangun. Pembuatan kolam dilakukan dengan menggali permukaan tanah dan tanah bekas galian tersebut digunakan untuk membangun pematang. Pematang dibuat miring dan kemiringannya tegantung pada jenis tanah. Pada tanah yang memiliki tekstur halus, seperti tanah liat, dibuat pematng dengan kemiringan yng lebih curam. Sebaliknya untuk tanah dengan tekstur kasar seperti tanah berpasir pematng dibuat lebih landai. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:9pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Pintu air kolam berfungsi untuk memasukan air atau mengeluarkan air dari kolam. Air yang dimaksud adalah air segar dan kaya oksigen. Sedangkan air yang dikeluarkan adalah air kotor didasar kolam yang banyak mengandung amonia, CO2, dan limbah metabolisme (metabolit) lainya. Inlet kolam bisa terbuat dari pralon atau berbentuk saluran, sedangkan oulet kolam bisa terbuat dari pralon atau beton. Oulet kolam yang terbuat dari pralon disebut tempurung lutut atau pipa goyang. Pipa tersebut bisa digoyang miring-tegak sehingga menentukan tinggi air didalm kolam. Oulet yang terbuat dari beton salah satunya disebut monik. Saluran pemasukan air berfungsi untuk mengalirkan air dari sumber air keperkolaman, sedangkan saluran pembuangan berfungsi menyalurkan air dari perkolaman ke luar. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;text-indent:9pt;line-height:150%;"><span lang="IN">Saluran pemasukan dan pembuangan dikelompokan menjadi saluran utama (primer), saluran sukunder, dan saluran tersier. Saluran pemasukan primer berfungsi menyalurkan air dari sumber air (sungai, danau, dan sebagainya) ke saluran pemasukan sekunder. Saluran pemasukan sekunder berfungsi menyalurkan air ke saluran pemasukan tersier dan saluran pemasukan tersier menyalurkan air ke kolam-kolam.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>2.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Kolam air deras </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Kolam air deras (raseway) adalah kolam yang didesain untuk memungkinkan terjadinya aliran air (flowthrough) dalam pemeliharaan ikan dengan padat penebaran yang tinggi. Debit air dikolam air deras dapat ditentukan dengan patokan<span> </span>setiap 10 menit seluruh air kolam sudah berganti semua. Bila ukuran kolam air deras (volume air) adalah 30 m ³ maka dengan patokan tersebut debit air yang dibutuhkan kolam tersebut adalah 30 m³ / 10 menit atau 501 / detik. Bila dibandingkan dengan kolam air tenang yang berdebit air hanya 0,5-51/ detik maka debit kolam air deras bisa 10-100 kali kolam air tenang.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"><span> </span>Komponen kolam air deras sama dengan kolam air tenang, yakni meliputi pematang/dinding kolam, dasar kolam, pintu air masuk, pintu air keluar, saluran pembuangan, dan saluran pemasukan. Fungsi setiap komponen tersebut sama dengan kolam air tenang. Demikian pula dengan sistem distribusi dan drainase airnya. Desain kolam air deras umumnya memanjang seperti saluran, dengan panjang 5-10 m, lebar 2-4 m dan kedalaman 1-2 m. Dinding dan dasar kolam air deras biasanya terbuat dari beton, kolam air deras juga bisa terbuat dari tanah, tetapi dinding /pematang dan dasr kolam harus dilapisi plastik untuk mencegah tegerusnya dinding kolam oleh aliran air.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>3.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN">Tambak</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>4.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Jaring apung</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>5.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Jaring tancap</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>6.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Keramba dan kombongan</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><span lang="IN"><span>7.</span></span><!--[endif]--><span lang="IN"> Sawah</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em><span lang="IN"><span>8.</span></span></em><!--[endif]--><span lang="IN"> <em>Pen culture</em> (kandang)<em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em><span lang="IN"><span>9.</span></span></em><!--[endif]--><span lang="IN"> Sekat (<em>enclosure</em>) <em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em><span lang="IN"><span>10.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><em><span lang="IN">Longline</span></em><span lang="IN"> dan rakit<em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align:justify;line-height:150%;"><span lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:36pt;text-align:justify;text-indent:-18pt;line-height:150%;"><!--[if !supportLists]--><em><span lang="IN"><span>11.<span style="font-family:&quot;font-style:normal;font-variant:normal;font-weight:normal;font-size:7pt;line-height:normal;"> </span></span></span></em><!--[endif]--><span lang="IN">Bak, akuarium, tangki, dan resirkulasi<em></em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin-left:18pt;text-align:justify;line-height:150%;"><em><span lang="IN"> </span></em></p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/leugeu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/leugeu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/leugeu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/leugeu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/leugeu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/leugeu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/leugeu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/leugeu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/leugeu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/leugeu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/leugeu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/leugeu.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/leugeu.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/leugeu.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=leugeu.wordpress.com&amp;blog=5853327&amp;post=42&amp;subd=leugeu&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" /><div class="sharedaddy sharedaddy-dark sd-like-enabled"></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://leugeu.wordpress.com/2008/12/20/pengenalan-akuakultur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/24356c6ce537d7da0551e5a4fc31c3e4?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Ismet leugeu</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://leugeu.files.wordpress.com/2008/12/ikan-nila1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">ikan-nila1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/ISMAIL/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ringkasan </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/ISMAIL/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image002.gif" medium="image">
			<media:title type="html">AKUAKULTUR</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/ISMAIL/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.gif" medium="image">
			<media:title type="html">Ismail </media:title>
		</media:content>

		<media:content url="/DOCUME~1/ISMAIL/LOCALS~1/Temp/msohtml1/01/clip_image004.gif" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
